Wonyoung Ive Terjebak Ucapkan 'Aish' di Jeongwaja
Wonyoung IVE, yang dikenal dengan citra elegannya yang sempurna dan etika idola yang tak bercela, baru-baru ini mengejutkan penggemar setelah terekam dalam sebuah momen langka. Ia kedapatan mengucapkan sebuah kata yang tak terduga, jauh dari persona idola polesnya.
Momen Spontan di Lapangan Militer
Dalam sebuah cuplikan dari acara "Jeongwaja", Wonyoung dikirim untuk menjalani latihan ala militer yang menantang secara fisik. Setelah berjuang keras melewati serangkaian rintangan yang menguras tenaga, ia terlihat menghela napas lega.
Secara spontan, Wonyoung mengucapkan kata "Aish" untuk melampiaskan rasa frustrasinya. Momen singkat ini, meskipun mudah terlewat, dengan cepat menarik perhatian penggemar bermata jeli dan menyebar di media sosial.

Mengapa "Aish" Menjadi Sorotan?
Bagi sebagian penggemar internasional, ungkapan "Aish" mungkin terdengar tidak berbahaya. Namun, bagi masyarakat Korea, kata ini merupakan makian umum yang sering dipahami sebagai singkatan yang lebih halus dari "Ah, Sh*bal" (mirip dengan "Ah, f*ck" dalam bahasa Inggris).
Mengingat citra Wonyoung yang selalu rapi, anggun, dan jauh dari kata kasar, ucapan spontan ini menjadi sangat kontras dan menarik perhatian publik.
"Lihatlah bayiku menyelesaikan kursus dengan tangguh, hanya untuk mengeluarkan 'aish' secara lembut di akhir LOL. Lucky Vicky runtuh."
Reaksi Penggemar: Antara Kaget dan Gemas
Meskipun awalnya terkejut, sebagian besar netizen justru menemukan momen ini menggemaskan. Reaksi di platform komunitas seperti theqoo menunjukkan penerimaan yang hangat terhadap sisi baru Wonyoung ini.
-
Netizen 1: LOL, sulit ya jadi Lucky Vicky di militer? Lucu.
-
Netizen 2: Cutie unlucky Vicky.
-
Netizen 3: Dia imut banget.
Banyak penggemar setuju bahwa ini adalah momen langka dan tidak biasa dari sang idola. Sebaliknya, banyak yang menyambutnya sebagai sisi Wonyoung yang lebih membumi dan mudah dirasakan (relatable), jauh dari citra yang terlalu sempurna.
Kesimpulan: Sisi Manusiawi Sang Idola
Insiden "Aish" ini, alih-alih merusak citra Wonyoung, justru memberinya dimensi baru di mata publik. Momen spontan ini menunjukkan bahwa di balik kesempurnaan seorang idola, ada seorang individu yang juga bisa merasakan frustrasi dan melampiaskannya secara manusiawi.
Hal ini memperkuat ikatan antara Wonyoung dan penggemarnya, menunjukkan sisi yang lebih otentik dan disukai dari dirinya, membuktikan bahwa bahkan idola paling sempurna pun memiliki momen-momen yang membuat mereka lebih dekat dengan realitas penggemar.